Hari ini tepat pukul 5 sore ify dan Gabriel tiba di bandara Soekarno Hatta setelah perjalanan yang cukup melelahkan dilalui oleh keduanya. Baru kali ini lagi Ify menginjakkan kaki di tanah kelahirannya, Indonesia, setelah 7 tahun di negeri orang. Lain halnya dengan Gabriel yang setiap 6 bulan sekali ia kembali ke Indonesia untuk mengontrol bisnisnya, sejak 2 tahun terakhir ini , meski hanya beda 2 tahun Gabriel tumbuh menjadi pria yang sangat dewasa dan juga sangat over protective terhadap sang adik, dan mungkin inilah yang membuat Ify terkesan manja.
Mereka
berdua telah dijemput oleh seorang supir dengan beberapa orang pengawal dan
seorang perempuan yang “notabenenya” direktur dari Damanik Corps dan pemilik
dari Prasetya Corps, Ibu Rita, yang membuat orang-orang
disekitar mereka dengan tatapan bertanya-tanya “siapa mereka ??? bagaimana
mungkin 2 orang remaja itu begitu dihormati oleh direktur
utama pemilik perusahaan ternama di Indonesia dan bahkan dunia
????”. dan mungkin ada yang menjawab sendiri pertanyaan mereka “oh
mungkin anaknya ! tapi masa ia seorang ibu begitu hormat pada anaknya
???”
Sebentar
lagi pertanyaan- pertanaan itu akan terjawab dengan datangnya serbuhan
wartawan, Gabriel menarik tangan Ify dan buru-buru meninggalkan kerumunan
wartawan sebelum rencana awalnya gagal.
“Kenapa shi kakak narik-narik aku ???” Tanya Ify
heran
“Emangnya kamu mau dikejer-kejer wartawan ???” Tanya Gabriel
bertanya
“enggaklah kak, emang kita artis gitu dikejar-kejar
wartawan ????” Tanya Ify
“emang bukan tapi kita itu anak dari pemilik sah Damanik
Corps, yang sampai saat ini pengusutan kasus ayah ama
bunda belum selesai dan kita bisa jadi bulan- bulanan wartawan tentang
keselamatan kita dari emmm dari dari emmm” tiba-tiba saja muka Gabriel
berubah dan tidak melanjutkan kata-katanya
“udah kak, aku udah ngerti !!!” begitu juga dengan Ify, bahkan
kini matanya telah berkaca-kaca
“kita duduk dulu fy”
Mereka
berdua terdiam sesaat bayangan itu kembali menari –nari dipikiran mereka
setelah 7 tahun telah beralu, Gabriel memecah keheningan diantara mereka berdua
“ fy…..”
“emmmm, iya kak ???”
“kamu yang kuat yah !!! jangan sedih-sedih terus, sekarang
kita harus cari cara supaya Tante Rita gak kecoplosan ama wartawan soal siapa
kita yang sebenarnya, aku telpon tante Rita dulu ya” kata Gabriel
berusaha menenangkan adiknya, Ify hanya mengangguk, dan tesenyum tipis.
Dilain tempat Ibu Rita, tante mereka
sedang menhadapi para wartawan “Mereka siapa bu ??” Tanya seorang wartawan,
belum sempat Ibu Rita memberikan jawaban wartawan lain telah menyodorkan beribu
pertanyaan lain dan akhirnya pengawal harus turun tangan.
SKIP>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Gabriel, Ify dan tantenya
pun bertemu di tempat parkir bandara seperti perjajian mereka tadi melalui via
telefon. Mobil BMW yang mereka tunggangi pun melaju dengan cepatnya membela
kemacetan, hingga memasuki sebuah kawasan elit Prasetya Resident, milik
Keluarga besar Prasetya Corps perusahaan bawahan Damanik Corps, yah ini milik
Tante mereka Ibu Rita. Dan mobil mereka berhenti di sebuah rumah termewah
dikawasan ini.
“ emmmm Masih sama kaya dulu!!!” decak Ify sambil
tersenyum
“ Sementara ini kalian tinggal disini dulu beberapa hari yah
!!! nanti kalau rumah kalian udah selesai dibersihkan terserah kalian dhee”
kata tante Rita
“Iya tante” balas Gabriel dengan tersenyum
Di pintu utama rumah itu telah berdiri
seorang pria seumuran Ify dengan senyuman sinisnya memandangi kedua sepupu dan
ibunya, ia adalah Ray Prasetya, pewaris tunggal dari Prasetya Corps.
“Ray ??? Apa kabar bro ???” sapa Gabriel dengan ramah
“ya seperti yang lo liat” jawabnya dengan senyum miringnya
“ray bersikap biasa-biasa saja nanti mereka curiga !!!” bisik
Ibu Rita pada anaknya
“Ify mana yel” Tanya Ibu Rita
“Kayanya ketaman belakang deh tan, aku panggil dulu yah” balas
Gabriel
Gabriel pun
menuju taman belakang rumah besar itu, dan benar saja Ify ada disana sedang
duduk diatas gazebo sambil memandangi kolam ikan yang begitu indah.
“kamu disini Fy !!!”
“Astaga kakak bikin kaget aja, duduk sini kak” jawab Ify
sambil menggeser tubuhnya
“kamu masih ingat gak ama Ray ???”
“emmm anaknya tante Rita kan ? Ingatlah yang dulu gonrong kan
terus lebih pendek dari pada aku padahal aku ama dia seumuran kan ???”
“iya, tapi sekarang dia gak gonrong lagi loh !!! kayanya
sekarang tinggian dia deh dari pada kamu ?!”
“Emangnya kakak udah ketemu ama dia bukannya kata kakak setiap
balik ke Indo kakak gak pernah ketemu ama Ray kan ???”
“Udah, dia ada di depan, oh iya kakak jadi lupakan kamu
dicariin tuh ama tante Rita, kamu sih pergi gak pamit-pamit”
“ihh masa iya orang dirumah sini doing musti pamit ada-ada aja
deh kak!”
“abisnya kamu ngilang gitu aja, yuk ke depan!”
Mereka
pun segera berdiri dan menuju pintu utama rumah keluarga Prasetya ini.
“Kamu dari mana fy ?” Tanya tante Rita
“Dari taman belakang tan, aku abis liat kolam ikan, keren
banget tante penataannya”
“oh, itu Ray yang ngerancang sendiri” jelas Ibu Rita
“Pantes aja tante aku ngerasa ada yang ane ama tamaman
belakan, dulu kan gak ada tuh kolam”
“yuk masuk,sekalian kalian berdua bersih-bersih dulu terus
kita makan malam bareng- bareng ya”
“Ya tante” jawab Gabriel Dan Ify bersamaan.
SKIP>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Kini jam telah
menunjukkan pukul 7 waktunya mereka makan malam. Dimeja makan Ibu Rita dan Ray
anaknya telah berada disana. Sementara Gabriel memanggil Ify di kamarnya.
“Fy Ify” sambil mengetok pintu kamar Ify
“Iya kak bentar” jawabnya dari dalam kamar setengah berteriak
“cepeten ya” ingat Gabriel
“Nih udah kak” sambil membuka pintu
Mereka pun
menuju ke ruang makan keluarga prasetya.
“Duduk sini fy” suruh Ibu rita
Ify pun duduk
dibangku samping tantenya itu. Ray yang sedang menikmati makanannya melirik
gadis disamping ibunya.
“Cantik” gumam Ray
“Kenapa Ray ??” Tanya Mamanya
“eeh eemmmm aa gak kok Ma!!!” jawab Ray gelagapan, dan berdiri
untuk meninggalkan meja makan
“aku duluan ya Ma, Bang, emmm fy” katanya sedikit ragu
menyebut nama Ify