Jumat, 18 Desember 2015

Hati Yang Sama #part1

        Alunan nada-nada indah menyapa indra pendengaran Gabriel, membuatnya tertegun, nada-nada itu sungguh menyayat hatinya, bukan karena nada-nada itu merangkai alunan yang menyedihkan, bukan,bukan itu.  melainkan nada-nada itu kembali mengingatkanya, mengingatkannya tentang seseorang yang pernah mengisi relung hatinya.

      Ia tetap pada posisinya memperhatikan sang pianis dari ambang pintu ruang musik, “siapa dia ?? apakah dia telah kembali ??” tanyanya dalam hati pada dirinya sendiri, pianis itu begitu mirip dengan gadisnya walaupun ia hanya melihat punggung pianis itu, bodoh !!! dia masih menganggapnya sebagai gadis kepunyaanya setelah apa yang dilakukan gadis itu padanya.

    Pianis itu telah menyelesaikan permainannya dengan sempurna kemudian ia berbalik hendak keluar dari ruangan ini menuju kelasnya, tanpa ia duga seorang laki-laki dengan seragam yang sama dengannya berada di hadapannya menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan olehnya. “mengapa dia menatapku seperti itu ?” pikirnya heran.

      “Maaf” ucap  Gabriel setelah menyadari seorang dihadapannya itu mengernyitkan dahinya heran. Gabriel sedikit melirik kearah papan nama pianis itu “ALYSSA A” bacanya dalam hati, “Permisi aku duluan ya” pamit sang pianis sambil tersenyum.

    Gabriel tetap di ruangan itu, memikirkan sesuatu, memikirkan semua kemiripan Alyssa dan gadis yang telah menyakitinya. Sudah sejak setengah tahun belakangan ini ia selalu menghabiskan waktunya di ruangan itu, bahkan saat pelajaran berlangsung pun jika hatinya sedang gusar ia akan tetap diruangan itu, hal inilah yang selalu membuat sahabatnya -Alvin- pusing untuk mencari alasan jika guru dan teman-temannya mencari Gabriel.

     Seperti saat ini kelas XII SAINS 1 kelas Gabriel sedang belajar Biologi, mereka ditugaskan untuk mempresentasikan materi yang minggu lalu telah diberikan oleh Pak Duta, guru biologi kelas XII yang terkenal killer, anggota kelompok Gabriel Nampak cemas, bahkan sangat cemas, mereka sudah bergantian menanyai Alvin dengan pertanyaan yang sama “KEMANA GABRIEL ?????”. Alvin mengeluarkan Iphonenya untuk menelpon Gabriel dengan hati-hati dari dalam saku celananya agar tidak ketahuan oleh Pak Duta yang sangat tidak suka jika sedang mengajar ada peserta didiknya yang tidak mematuhi aturan yang telah disepakati bersama diawal pembelajaran mereka salah satunya memainkan handphone, nahas belum saja telponnya diangkat oleh Gabriel Pak Duta sudah menegurnya “Alvinn !!” sontak saja Alvin kaget, “kamu tahu konsekuensikan ??” Tanya Pak Duta tegas. Alvin tidak menjawab ia langsung berdiri meninggalkan tempat duduknya, tiba-tiba saja Gabriel berada di ambang pintu “maaf saya telat pak !” ucap Gabriel “Semua orang juga tahu kamu telat, sekarang sudah pukul  11.15, kamu terlambat 15 menit harusnya setelah istirahat kamu langsung masuk kelas, kamu tahukan konsekuensinya ???, keluar sekarang !!!” Marah Pak Duta. Mereka berdua pun begegas menuju lapanga outdoor untuk melaksanakan hukuman mereka, Yah konsekuensi dari setiap pelanggaran dari peraturan Pak Duta adalah hormat bendera selama pelajarannya berlangsung dengan diawasi oleh guru BK, kemudian membuat rangkuman tentang materi yang diajarkan Pak Duta pada hari itu di kelasnya dan mempresentasikannya pada pertemuan berikutnya.

     Sementara di kelas Alyssa  XI SAINS 2 “kamu dari mana al ?” Tanya Via, “Aku dari ruang musik, oh iya Vi, tadi aku…..”  Perkataan Alyssa tergantung karena tiba-tiba saja guru kimia mereka datang “selamat siang anak-anak !!!” sapa Ibu Winda “siang bu……..!!!” jawab penghuni kelas unggulan ini. “buka halaman 227” Ibu Winda mulai menjelakan materi mereka hari ini. Karena merasa penasaran dengan ucapan Alyssa yang sempat terpotong Via memanggil Alyssa “Al ??” panggil Via “emmm” balas Alyssa. Karena hanya dibalas dengan deheman Via kembali memanggil “Al…Alyssa ??”. karena merasa terganggu dengan panggilan Via Ibu Winda menegur Via, “SIVIA AZIZAH !!! APA YANG KAMU LAKUKAN ???”. “Maaf bu !!!” jawab Via dengan menunduk, “Baik, Ibu masih tolerir, tapi kalau kamu membuat keributan lagi, Ibu akan hukum kamu” pelajaran kembali dilanjutkan dan berlangsung dengan tenang. Setelah 15 menit berlalu tiba-tiba saja Ibu Winda miminta siswa-siswi XI SAINS 2 menumpulan PR mereka, sontak saja Via yang tadinya melamun kaget bukan kepalang, tugasnya belum ia kerjakan, ia kembali krasak krusuk memanggil-manggil Alyssa, “Al… Al… Alyssaaaaa….., tugas lo udah selesai belom ???”. “udah dong” jawab Alyssa sambil tersenyum. “Al… Al… ehmmmm lihat dong” mohon Via pada Alyssa.Seperti biasa Ibu Winda mengumpulkan tugas mereka menurut urutan absen dan sialnya Ibu Winda memulai absen dari bawah  “Zevana Arga” panggil Ibu Winda. Alyssa kemudian mengambil bukunya dari dalam tasnya tapi ia tidak menemukannya, ia kembali memeriksa dan membolak balikkan tasnya “Al cepetan dong Ibu Winda mulainya dari bawah lagi, nanti gw dihukum Al…. Al…. please!!” rengek Via, “Vi.. buku gw ketinggalan kayanya deh” jawab Alyssa yang tengah pusing “bakalan dihukum berdua kita AL…”.

     Kini tiba nama Sivia disebut oleh Ibu Winda, “Sivia Azizah” panggil Ibu Winda, sivia tidak bergeming ia menggigit bibir bawahnya, “mana buku kamu ???” nampaknya Ibu Winda mengetahui maksud Sivia, “Siapa yang tidak mengerjakan tugas, yang tidak membawah buku tugas berdiri sekarang !!!!” tegas Ibu Winda, Ibu Winda memang terlihat lembut tapi untuk urusan tugas beliau sangat tegas.

     Berdirilah Sivia dan Alyssa “kalian berdua lagi, tadi sudah saya tegur, sekarang kalian tidak mengerjakan tugas” sambil melirik jam tangannya Ibu Winda “sekarang kalian keluar……” tegas Ibu Winda.
    Mereka berdua pun menyusuri koridor sekolah dengan lesuh, tiba-tiba Sivia berhenti dan menarik tangan Alyssa, sontak saja Alyssa berhenti “ada apa Vi ???”. “ Al liat deh..” jawab Via sambil menunjuk ke arah mading. “Lo mau ikut Vi ??”. “emm.. pengen sih tapi ini lombanya pertim, satu timnya 4 orang, lombanya tinggal 2 minggu lagi, terus daftarnya terrr….” jawab Via. Belum selesai Via berbicara tiba-tiba saja Ibu Ira guru coordinator BK sekolah mereka “SMA ANGGARA”  memergoki mereka 

...........................................................................................................................

Apakah yang akan terjadi selanjutnya ??? tunggu part selanjutnya yaaaa..........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar