Sabtu, 19 Desember 2015

Hati Yang Sama #Part2

    Mereka berdua pun menyusuri koridor sekolah dengan lesuh, tiba-tiba Sivia berhenti dan menarik tangan Alyssa, sontak saja Alyssa berhenti “ada apa Vi ???”. “ Al liat deh..” jawab Via sambil menunjuk ke arah mading. “Lo mau ikut Vi ??”. “emm.. pengen sih tapi ini lombanya pertim, satu timnya 4 orang, lombanya tinggal 2 minggu lagi, terus daftarnya terrr….” jawab Via. Belum selesai Via berbicara tiba-tiba saja Ibu Ira guru coordinator BK sekolah mereka “SMA ANGGARA”  memergoki mereka berada di luar kelas saat jam pelajaran. “kalian berdua sedang apa inikan masih jam pelajaran ??” Tanya Ibu Ira,sontak saja mereka berdua kaget, “emmmm anu bu emmm itu…” gagap Via seketia, “kita dihukum bu….” Jawab Alyssa. “terus kenapa kalian di sini ??, cepat kelapangan”. Mereka pun pergi kelapangan untuk menjalankan hukuman mereka.

   Sementara di lapangan Gabriel dan Alvin sedang menjalankan hukuman mereka “Gara-gara lo nih gw jadi dihukum” protes Alvin pada Gabriel.”salah loh juga sih udah tau jam pelajarannya pak Duta, lo malah main Hp”. “Lo tu yang salah ngapain pake ngilang segala, udah tahu pelajannya Pak Duta,Presentasi pula..” cerca Alvin. “ohh jadi gitu lo Vin, okay” jawab Gabriel. “malah ngambek, orang lo yang salah juga” balas Alvin. Mereka saling diem-dieman. “Vin lo beneran marah ama gw ??”  setelah sekian lama akhirnya Gabriel membuka suara, tapi tak digubris oleh Alvin. “Vin..” panggil Gabriel sambil menyenggol bahu Alvin “Ya.. lo marah ya.. padahal ada projek keren nih, tadi gw lewat depan madding terus gw liat ada lomba, tapi pertim gitu, lo tahukan lomba antar SMA paling bergengsi itu” kata Gabriel panjang lebar tanpa di gubris oleh Alvin.

        Gabriel melihat ada dua orang siswi berlari kearah mereka, “Vin ada Via tuh” tapi Alvin tetap tidak menggubrisnya dia tak mau dijahili oleh Gabriel, Alvin dan Via memang tidak ada hubungan apa-apa tapi Gabriel tahu sahabatnya itu menaruh hati pada Via. Tiba-tiba kedua orang siswi itu sudah berada diantara mereka.

     “Hai… kak Gab…” sapa Via pada Gabriel. “hai.. Vi” balas Gabriel. “ehh ada kak Sipit juga” sapa Via pada Alvi. “kaya lo gak sipit aja” balas Alvin tanpa memandang Via. Ya setiap mereka bertemu ada saja yang mereka perdebatkan, ini berawal dari pertama kali mereka bertemu saat Via tidak sengaja menabrak kak kelasnya itu di kantin dan menumpahkan segelas jus di baju Alvin.

    “oh iya kak kenalin ini temen aku, namanya Alyssa dia pindahan dari Singapur udah sebulan di sini. Kata Via memperkenalkan Alyssa pada kakak kelasnya. Gabriel baru menyadari keberadaan Alyssa, ia memandang Alyssa dan seketika mata mereka bertemu, deg “sorot matanya sangat-sangat mirip” kata Gabriel dalam hati.

  Tiba-tiba saja Ibu Ira datang, “hei kalian bukannya hormat malah ngerumpi cepat hormat, 30 menit lagi hukuman kalian berakhir”. Tanpa ba bi bu lagi mereka berempat menjalankan hukuman mereka.

   30 menit telah berlalu mereka berempat memilih beristirahat di kantin, Gabriel tak henti-hentinya memikirkan kesamaan antara Alyssa dan gadisnya dulu.

   “Btw kenapa lo bisa dihukum Vi ??” Tanya Gabriel. “Paling gak ngerjain PR” celetuk Alvin santai. “enak aja gw mah rajin ngerjain tugas” balas Via dengan sedikit berbohong. “sejak kapan lo ngerjain tugas paling juga nyontek, pasti tadi lo lupakan kalau ada tugas makanya lo gak ngerampas buku temen lo” balas Alvin diselingi dengan senyuman devilnya. “okay gw ngaku emang iya, puas lo” jawab Via, “apa kata gw”. “tau aja lo Vin soal Via” goda Gabriel. “btw tadi proyek keren  apaan Gab ??” Tanya Alvin mengalihkan pembicaraan. “hahahaha takut gw godain ya Vin, ampe lo cepet banget pinda jalurnaya” goda Gabriel lagi. “apaan sih, proyek apaan ?”. “oh itu science competition, lo tahukan kompetisi sains paling bergensi se SMA, 3 tahun skali bro….lo mau ikut gak ???”. “pastilah, hadiahnya beasiswa ke singapur di universitas bergengsi pula siapa yang bisa nolak coba ??” jawab Alvin. “lo mau ikut Vi ??” Tanya Gabriel. “mau sih kak tapi gak ada kelompoknya, mana terakhir besok daftarnya” keluh Via. “Oh iya Vin, kita juga belum ada kelompoknya” Kata Gabriel. “Bareng mereka aja Gab, daftar sekarang gih” kata Alvin sambil ngelirik Alyssa dan Via. “Okay juga tuh, Al lo mau ikutkan ??” Tanya Gabriel pada Alyssa. Alyssa yang awalnya tidak konsen mengenai pembicaraan mereka gelagapan “eh apa ?? iya iya aku ikut”.

      Disela-sela perbincangan mereka datanglah Zevana dan Zahra, membawa buku Biologi menghampiri meja mereka berempat, “hay Gabriel, hay Vin” sapa mereka berdua dengan nada yang dimanis-maniskan membuat Alvin ingin muntah, “Vin ini aku udah ngerangkumin kamu materi yang tadi diajarkan ama Pak Duta, nih” kata Zevana, “iya nih Gab” ikut Zahra. Ucapan mereka membuat Via menahan tawa melihat ekspresi Alvin yang ingin muntah. Zevana dan Zahra melirik Via dan Alyssa dengan tatapan membunuh berlalu menghampiri meja lain.

   Zevana mulai ngedumel “ah tuh cewe nyebelin banget dah”. “ah siapa sih tuh cewe deket banget ama Gabriel, mana mirip banget lagi ama mantannya Gabriel, rival gw dulu yang hilang ditelan bumi” ngomel Zahra. Dia terus memperhatikan meja Gabriel, Alvin, Alyssa dan Via.

 “kak mereka siapa sih ? tatapannya itu loh beuhh” komen Alyssa, “hahaha gak usah dipikirin Al, mereka itu kalau marah mah geretak aja” jawab Via. “Iya Al” jawab Gabriel, “Gw jadi ingat ama Shilla Kak” kata Via tiba-tiba dengan nada sedih. “Iya gw juga Vi, pas Gabriel ama Shilla baru jadian dia dilabrak ama 2 nenek lampir itu” kenang Alvin.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar