Mereka
berdua pun menyusuri koridor sekolah dengan lesuh, tiba-tiba Sivia berhenti dan
menarik tangan Alyssa, sontak saja Alyssa berhenti “ada apa Vi ???”. “ Al liat
deh..” jawab Via sambil menunjuk ke arah mading. “Lo mau ikut Vi ??”. “emm..
pengen sih tapi ini lombanya pertim, satu timnya 4 orang, lombanya tinggal 2
minggu lagi, terus daftarnya terrr….” jawab Via. Belum selesai Via berbicara
tiba-tiba saja Ibu Ira guru coordinator BK sekolah mereka “SMA ANGGARA” memergoki mereka berada di luar kelas saat
jam pelajaran. “kalian berdua sedang apa inikan masih jam pelajaran ??” Tanya
Ibu Ira,sontak saja mereka berdua kaget, “emmmm anu bu emmm itu…” gagap Via
seketia, “kita dihukum bu….” Jawab Alyssa. “terus kenapa kalian di sini ??,
cepat kelapangan”. Mereka pun pergi kelapangan untuk menjalankan hukuman
mereka.
Sementara
di lapangan Gabriel dan Alvin sedang menjalankan hukuman mereka “Gara-gara lo
nih gw jadi dihukum” protes Alvin pada Gabriel.”salah loh juga sih udah tau jam
pelajarannya pak Duta, lo malah main Hp”. “Lo tu yang salah ngapain pake
ngilang segala, udah tahu pelajannya Pak Duta,Presentasi pula..” cerca Alvin.
“ohh jadi gitu lo Vin, okay” jawab Gabriel. “malah ngambek, orang lo yang salah
juga” balas Alvin. Mereka saling diem-dieman. “Vin lo beneran marah ama gw ??” setelah sekian lama akhirnya Gabriel membuka
suara, tapi tak digubris oleh Alvin. “Vin..” panggil Gabriel sambil menyenggol bahu
Alvin “Ya.. lo marah ya.. padahal ada projek keren nih, tadi gw lewat depan
madding terus gw liat ada lomba, tapi pertim gitu, lo tahukan lomba antar SMA
paling bergengsi itu” kata Gabriel panjang lebar tanpa di gubris oleh Alvin.
Gabriel melihat ada dua orang siswi berlari kearah mereka, “Vin ada Via
tuh” tapi Alvin tetap tidak menggubrisnya dia tak mau dijahili oleh Gabriel,
Alvin dan Via memang tidak ada hubungan apa-apa tapi Gabriel tahu sahabatnya
itu menaruh hati pada Via. Tiba-tiba kedua orang siswi itu sudah berada
diantara mereka.
“Hai…
kak Gab…” sapa Via pada Gabriel. “hai.. Vi” balas Gabriel. “ehh ada kak Sipit
juga” sapa Via pada Alvi. “kaya lo gak sipit aja” balas Alvin tanpa memandang
Via. Ya setiap mereka bertemu ada saja yang mereka perdebatkan, ini berawal
dari pertama kali mereka bertemu saat Via tidak sengaja menabrak kak kelasnya
itu di kantin dan menumpahkan segelas jus di baju Alvin.
“oh iya
kak kenalin ini temen aku, namanya Alyssa dia pindahan dari Singapur udah
sebulan di sini. Kata Via memperkenalkan Alyssa pada kakak kelasnya. Gabriel
baru menyadari keberadaan Alyssa, ia memandang Alyssa dan seketika mata mereka
bertemu, deg “sorot matanya sangat-sangat mirip” kata Gabriel dalam hati.
Tiba-tiba
saja Ibu Ira datang, “hei kalian bukannya hormat malah ngerumpi cepat hormat,
30 menit lagi hukuman kalian berakhir”. Tanpa ba bi bu lagi mereka berempat
menjalankan hukuman mereka.
30 menit
telah berlalu mereka berempat memilih beristirahat di kantin, Gabriel tak
henti-hentinya memikirkan kesamaan antara Alyssa dan gadisnya dulu.
“Btw
kenapa lo bisa dihukum Vi ??” Tanya Gabriel. “Paling gak ngerjain PR” celetuk
Alvin santai. “enak aja gw mah rajin ngerjain tugas” balas Via dengan sedikit
berbohong. “sejak kapan lo ngerjain tugas paling juga nyontek, pasti tadi lo
lupakan kalau ada tugas makanya lo gak ngerampas buku temen lo” balas Alvin
diselingi dengan senyuman devilnya. “okay gw ngaku emang iya, puas lo” jawab
Via, “apa kata gw”. “tau aja lo Vin soal Via” goda Gabriel. “btw tadi proyek
keren apaan Gab ??” Tanya Alvin
mengalihkan pembicaraan. “hahahaha takut gw godain ya Vin, ampe lo cepet banget
pinda jalurnaya” goda Gabriel lagi. “apaan sih, proyek apaan ?”. “oh itu science
competition, lo tahukan kompetisi sains paling bergensi se SMA, 3 tahun skali
bro….lo mau ikut gak ???”. “pastilah, hadiahnya beasiswa ke singapur di
universitas bergengsi pula siapa yang bisa nolak coba ??” jawab Alvin. “lo mau
ikut Vi ??” Tanya Gabriel. “mau sih kak tapi gak ada kelompoknya, mana terakhir
besok daftarnya” keluh Via. “Oh iya Vin, kita juga belum ada kelompoknya” Kata
Gabriel. “Bareng mereka aja Gab, daftar sekarang gih” kata Alvin sambil
ngelirik Alyssa dan Via. “Okay juga tuh, Al lo mau ikutkan ??” Tanya Gabriel
pada Alyssa. Alyssa yang awalnya tidak konsen mengenai pembicaraan mereka
gelagapan “eh apa ?? iya iya aku ikut”.
Disela-sela perbincangan mereka datanglah Zevana dan Zahra, membawa buku
Biologi menghampiri meja mereka berempat, “hay Gabriel, hay Vin” sapa mereka
berdua dengan nada yang dimanis-maniskan membuat Alvin ingin muntah, “Vin ini
aku udah ngerangkumin kamu materi yang tadi diajarkan ama Pak Duta, nih” kata
Zevana, “iya nih Gab” ikut Zahra. Ucapan mereka membuat Via menahan tawa
melihat ekspresi Alvin yang ingin muntah. Zevana dan Zahra melirik Via dan
Alyssa dengan tatapan membunuh berlalu menghampiri meja lain.
Zevana
mulai ngedumel “ah tuh cewe nyebelin banget dah”. “ah siapa sih tuh cewe deket
banget ama Gabriel, mana mirip banget lagi ama mantannya Gabriel, rival gw dulu
yang hilang ditelan bumi” ngomel Zahra. Dia terus memperhatikan meja Gabriel,
Alvin, Alyssa dan Via.
“kak mereka
siapa sih ? tatapannya itu loh beuhh” komen Alyssa, “hahaha gak usah dipikirin
Al, mereka itu kalau marah mah geretak aja” jawab Via. “Iya Al” jawab Gabriel,
“Gw jadi ingat ama Shilla Kak” kata Via tiba-tiba dengan nada sedih. “Iya gw
juga Vi, pas Gabriel ama Shilla baru jadian dia dilabrak ama 2 nenek lampir
itu” kenang Alvin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar